Artikel

You are here

TUMBUHAN OBAT ALAM DI KAWASAN TNBD

akar sempalas

Taman Nasional Bukit Duabelas ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor: 258/Kpts-II/2000 tanggal 23 Agustus 2000, dengan luas kawasan seluruhnya ± 60.500 Ha. Menyusul kemudian Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.4196/Menhut-II/2014 tanggal 10 Juni 2014 tentang Penetapan Kawasan Hutan Taman Nasional Bukit Duabelas  seluas 54.780,41 hektar yang terletak di Kabupaten Batang Hari seluas 35.292,88 hektar, Kabupaten Tebo seluas 19.882,25  hektar dan Kabupaten Sarolangun seluas 8.605,26 hektar.

Sosialisasi Konservasi kepada Suku Anak Dalam (SAD)

            Sosialisasi konservasi merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Balai Taman Nasional Bukit Duabelas dengan kelompok sasaran masyarakat desa penyangga serta kelompok Suku Anak Dalam (SAD). Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada SAD tentang pentingnya menjaga kawasan hutan khususnya TNBD sebagai tempat tinggal mereka agar tetap lestari sehingga dapat diwariskan kepada anak cucunya.

Serunya Lomba Asah Terampil Kelompok Tani Taman Nasional Bukit Duabelas

Kali perdana Balai Taman Nasional Bukit Duabelas menyelenggarakan Lomba Asah Terampil Kelompok Tani yang ada di desa-desa penyangga wilayah SPTN I Batang Hari pada tanggal 25 November 2017 lalu yang dibuka oleh Kepala SPTN Wilayah I Batang Hari yaitu Bapak Erwin Iskandar S,S.Hut. Sejumlah 9 (Sembilan) kelompok tani yang berasal dari Desa Jelutih, Desa Hajran, Desa Olak Besar, Desa Paku Aji, Desa Sungai Ruan Ilir, Desa Sungai Ruan Ulu, Desa Sungai Lingkar, Desa Padang Kelapo dan Desa Peninjauan mengirimkan perwakilannya.

TNBD Goes To Campus

Balai Taman Nasional Bukit Duabelas semakin memperluas cakupan penyebaran informasi untuk menyadartahukan masyarakat tentang pentingnya Taman Nasional dan Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Sasaran penyebaran informasi pada awalnya antara lain adalah masyarakat desa penyangga, para siswa-siswi sekolah umum, kelompok masyarakat Suku Anak Dalam dan anak-anak Sekolah Rimba. Namun sejak perluasan penyebaran informasi dilakukan terhadap kelompok mahasiswa, kegiatan tersebut dikemas dalam suatu program ‘’Taman Nasional Bukit Duabelas Goes To Campus’’.

Tumenggung Suku Anak Dalam Di Kawasan TNBD

Suku Anak Dalam (SAD) atau dikenal juga dengan Orang Rimba merupakan suku lokal Provinsi Jambi yang telah menempati kawasan Bukit Duabelas sebelum ditunjuk menjadi Taman Nasional sehingga antara kawasan TNBD dengan SAD mempunyai kaitan yang sangat erat. Saat menyebut Bukit Duabelas maka yang langsung terbayang adalah SAD. Bahkan salah satu tujuan penunjukan kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas adalah sebagai tempat hidup dan penghidupan SAD sehingga pengelolaan TNBD sangat memperhatikan keberadaan SAD.

Anggrek Alam TNBD

Salah satu flora yang masih mudah dijumpai di kawasan TNBD adalah anggrek alam. Terdapat 2 (dua) jenis anggrek di kawasan TNBD yaitu anggrek epifit yang biasa ditemukan di pohon-pohon dan anggrek tanah.   Berdasarkan survey yang dilakukan LIPI pada tahun 1999, tidak kurang dari 41 jenis anggrek alam telah ditemukan di kawasan ini. Sayangnya, dokumentasi dari hasil survey ini hanya berupa informasi tertulis (nama lokal dan nama ilmiah) tanpa ada gambar/foto sehingga perlu dilakukan survey ulang untuk  memastikan keberadaan anggrek-anggrek tersebut.

Upacara Bendera Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia Ke-72 di Sekolah Rimba Rimbo Pintar

  “Selamat pagi anak-anak, apa kabarnya hari ini??” Tanya kami. “Sehat pak”, jawab mereka.  “Kita upacara ya hari ini dalam rangka hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke–72. Ayoo berbaris yang rapi.“ Ajak kami. Ya, tepat di hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 bersama anak-anak Sekolah Rimbo Pintar Sungai Kuning kami mengadakan upacara bendera di Sekolah Rimbo Pintar Sungai Kuning.

Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan dalam aspek pemangkuan kawasan adalah penaatan batas, pemeliharaan jalur batas, penentuan desain zonasi kawasan yang dilakukan melalui pemetaan partisipatif baik dengan komunitas Orang Rimba maupun masyarakat desa dan studi banding pengelolaan kawasan.

Sekolah Rimba Kejasung: Kibar Sang Saka di Taman Nasional Bukit Duabelas

Bangsa yang berbudi luhur adalah bangsa yang mengenal, mengingat, dan menghargai sejarahnya. Kehidupan masa lampau menjadi gambaran bagaimana perjuangan para pejuang bangsa untuk mempertahankan negara Indonesia dari penjajah. Kemerdekaan menjadi hak setiap bangsa. Demikian halnya dengan kemerdekaan bangsa Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2016. Semua rakyat Indonesia merayakan hari kemerdekaan tersebut dimana pun berada.

Tags: 

Pages