Artikel

You are here

PERLINDUNGAN DAN PENGAMANAN KAWASAN TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS TAHUN 2017

Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) adalah kawasan pelestarian alam yang ditetapkan melalui SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 258/Kpts-II/2000 tanggal 23 Agustus 2000 dengan luas areal sekitar 60.500 Ha, Luasan tersebut merupakan perluasan kawasan Cagar Biosfier (+ 27.200 Ha), Hutan Produksi Terbatas (+ 20.700 Ha), Hutan Produksi Tetap (+ 11.400 Ha) dan areal penggunaan Lain (+ 1.200 Ha). Luas kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas berdasarkan hasil tata batas dan Penetapan, Kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas  seluas  54.780,41 hektar.

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Sekitar Kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas

Taman Nasional Bukit Duabelas  tepat berada pada 1˚44’35’’-2˚03’15’’ dan 102˚48’27’’-102˚48’27’’ dan  dikelilingi oleh  beberapa  desa penyangga. Daerah penyangga adalah suatu wilayah yang berada diantara kawasan konservasi dengan wilayah budidaya atau wilayah pemukiman yang dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu melindungi kawasan konservasi dan sumber daya alam yang ada di dalamnya terhadap gangguan dari kawasan di luarnya, serta untuk melindungi kawasan budidaya atau pemukiman terhadap gangguan yang mungkin terjadi dari kawasan konservasi.

KUPU-KUPU DI TAMAN NASIONALBUKIT DUABELAS

Kupu-kupu termasuk serangga yang sangat luas penyebarannya sehingga sangat mudah kita temukan di sekitar lingkungan kita. Termasuk di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas, kupu-kupu dengan berbagai jenis dan warna cukup  mudah kita temukan di dalam kawasan. Beberapa jenis kupu-kupu yang terdapat di kawasan TNBD adalah :

JENIS-JENIS HASIL HUTAN BUKAN KAYU DI KAWASAN TAMAN NASONAL BUKIT DUABELAS YANG DIMANFAATKAN OLEH ORANG RIMBA

Hasil hutan bukan kayu (HHBK) merupakan salah satu sumber penghidupan Orang Rimba yang ada di kawasan TNBD dan sekitarnya. HHBK ini dimanfaatkan oleh Orang Rimba sebagai sumber pendapatan, sumber makanan dan sumber bibit  untuk tanaman. Beberapa jenis hasil hutan bukan kayu yang terdapat di kawasan TNBD dan dimanfaatkan oleh Orang Rimba. Berdasarkan nilai ekonominya, maka  hasil hutan bukan kayu yang dimanfaatkan oleh Orang Rimba ini dapat dibedakan menjadi hasil hutan bukan kayu non komersil dan komersil.

A. Non komersil

JENIS BUAH-BUAHAN HUTAN DI TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS YANG BIASA DIKONSUMSI OLEH ORANG RIMBA

Rambutan hutan

Taman Nasional Bukit Duabelas memiliki berbagai jenis tumbuhan, termasuk tumbuhan penghasil buah. Taman Nasional Bukit Duabelas merupakan kawasan yang dihuni oleh komunitas Suku Anak Dalam/Orang Rimba. Orang Rimba memanfaatkan berbagai jenis tumbuhan yang berada di hutan sebagai bahan pangan dan kebutuhan hidup lainnya. Salah satu pemanfaatan tumbuhan oleh Orang Rimba adalah buah-buahan. Berikut ini adalah beberapa jenis buah-buahan yang biasa dikonsumsi oleh Orang Rimba :

 

“KEMETAN “ANAK MUDA RIMBA JAMAN NOW

Jika mendengan tentang Suku Anak Dalam (SAD) atau dikenal juga dengan sebutan Orang Rimba, mungkin kesan pertama yang muncul pada kebanyakan orang adalah tinggal di hutan, berburu dan meramu, berpindah-pindah dan memakai cawat. Kesan lainnya yang timbul mungkin belum mengenal teknologi dan tertutup dari kehidupan luar.

Pencapaian Target PNBP di Balai Taman Nasional Bukit Duabelas Tahun 2017

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang memegang peranan penting dalam pembangunan. Setiap tahunnya, masing-masing kementerian menerima target PNBP yang telah ditetapkan bersama dengan Kementerian Keuangan. Target kementerian ini kemudian dibagi-bagi kepada pelaksana-pelaksana teknis yang dibawahnya, termasuk pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Tags: 

Pertemuan dengan Suku Anak Dalam (SAD) Balai Taman Nasional Bukit Duabelas di Desa Bukit Suban

Sarolangun -  14 Desember 2017 kemarin, Balai Taman Nasional Bukit Duabelas mengadakan pertemuan dengan beberapa kelompok Temenggung Suku Anak Dalam (SAD) atau lebih suka disebut Orang Rimba di Balai Betetemuon “Kartika” Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun. Kegiatan ini rutin dilakukan oleh Balai TNBD sebanyak 2 kali setiap tahunnya. Tujuan kegiatan ini adalah mengkomunikasikan kegiatan/program yang sudah dan akan dilaksanakan oleh Balai TNBD serta menampung aspirasi Orang Rimba yang ada di dalam dan sekitar kawasan TNBD.

PELATIHAN PENGELOLAAN EKOWISATA BALAI TNBD

Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kapasitas masyarakat sekitar kawasan mengenai pengelolaan ekowisata di Taman Nasional Bukit Duabelas, Balai Taman Nasional Bukit Duabelas menyelenggarakan kegiatan pelatihan pengelolaan ekowisata pada hari Jum’at tanggal 8 Desember 2017. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Mess Bina Cinta Alam dan diikuti oleh 30 peserta dari desa Bukit Suban, Desa Pematang Kabau, Desa Lubuk Jering, dan Desa Jernih.

Pages