#konservasi

You are here

Menjaga Fungsi Kawasan

Kawasan Taman Nasional (TN) Bukit Duabelas merupakan kawasan konservasi memiliki fungsi sebagai penyangga kehidupan yaitu tempat hidup dan penghidupan Orang Rimba / SAD,   sebagai sumber air/daerah tangkapan air, sumber udara bersih / oksigen (O2) dan tempat hidup dan berkembang biak tumbuhan dan satwa. Sebagai kawasan penyangga kehidupan tentunya kelestarian kawasan harus dipertahankan sehingga kawasan dapat berfungsi secara maksimal dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat khususnya yang berada di dalam dan sekitar kawasan TN Bukit Duabelas.

KERJASAMA : PENGELOLAAN KOLABORATIF KAWASAN TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS

Penunjukan TNBD selain mempunyai tujuan yang diamanatkan oleh UU Nomor 5 Tahun 1990, memiliki tujuan khusus sesuai SK Penunjukan yaitu melindungi dan melestarikan kehidupan Orang Rimba (Suku Anak Dalam) yang sejak lama berada di kawasan tersebut. Keberadaan Orang Rimba/SAD ini merupakan ciri khas yang membedakan TNBD dengan Taman Nasional lainnya di Indonesia yang kemudian berpengaruh pula terhadap pola pengelolaan kawasan.

Sosialisasi Konservasi Ke Desa Jernih, SPTN Wilayah II Tebo Resort II.E Air Hitam I

Kegiatan penyuluhan di Desa Jernih yang termasuk ke dalam wilayah Resort Air Hitam II SPTN Wiayah II Tebo dimaksudkan untuk mengenalkan lebih jauh tentang konservasi serta segala upaya yang harus dilakukan dalam mengelola sumber daya alam yang dilandasi dengan konservasi.

Kategori: 

Penyusunan Target PNBP Tahun 2020

Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun target PNBP lingkup KLHK Tahun 2020. Hal ini sesuai dengan ketentuan Kementerian Keuangan bahwa target PNBP harus disampaikan H-1 tahun berjalan. Pada tahun 2019 mendatang target PNBP berkisar pada angka 4.77,83 T dan Tahun 2020 berkisar 5 T. Sementara pada tahun berjalan 2018 sudah diperoleh PNBP 3.985,64 T atau 90% dari target 4.407,05 T. Dari besaran ini, PNBP Direktorat Jenderal KSDAE menyumbang sekitar 10%. Untuk Taman Nasional Bukit Duabelas sendiri, mempunyai target tahun 2019 sebesar 14.300.000 dan tahun 2020 sebesar 15.050.000.

Pertemuan Dengan Berbagai Mitra Terkait Pembahasan Kegiatan Hasil Evaluasi Zonasi Taman Nasional Bukit Duabelas Tahun 2018

Pertemuan Dengan Berbagai Mitra Terkait Pembahasan Kegiatan Hasil Evaluasi Zonasi Taman Nasional Bukit Duabelas Tahun 2018.
.
Hari/tanggal : Rabu/ 31 Oktober 2018
Tempat : Aula Balai TN Bukit Duabelas
Agenda : Pembahasan kegiatan survey evaluasi zonasi Taman Nasional Bukit Duabelas 
Peserta : Perwakilan CAPPA, SOKOLA, KKI WARSI, KMB, T. JELITAI, MELADANG, PENYURAU, BEPAYUNG, Dan Pihak TNBD .

Kategori: 

Kunjungan tim dari Direktorat Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam terkait Pembahasan Hasil Survey Evaluasi Zonasi Taman Nasional Bukit Duabelas Tahun 2018

Kunjungan tim dari Direktorat Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam terkait Pembahasan Hasil Survey Evaluasi Zonasi Taman Nasional Bukit Duabelas Tahun 2018 pada : 
Hari/tanggal : Selasa, 30 Oktober 2018
Tempat. : Aula TN Bukit Duabelas

Kategori: 

Harendong

Harendong merupakan tumbuhan asli di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas dan termasuk salah satu tumbuhan obat yang digunakan oleh Suku Anak Dalam/Orang Rimba untuk mengobati penyakit tertentu. 

Kingdom: Plantae

Division: Magnoliophyta

Class: Magnoliopsida

Kategori: 

Jernang

Jernang (Daemonorops sp) merupakan tumbuhan asli di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas. Buah dan getah tanaman tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan Orang Rimba di kawasan tersebut. 

Kategori: 

Goresan Kesan dan Pesan

Kegiatan Dialog Pengelolaan Taman Nasional Bukit Duabelas yang dilaksanakan pada tanggal 7 September 2018 bertempat di Balai Betetemuon, Desa Bukit Suban, Kecamatan Sarolangun dilengkapi dengan penulisan pesan dan kesan, Dirjen KSDAE,  Ir. Wiratno, M.Sc dan Bupati Sarolangun, Drs. H. Cek Endra.

Kategori: 

Pages