#kemelhk

You are here

Role Model Pengelolaan Ekowisata Bukit Bogor Berbasis Masyarakat dan Pengelolaan Zona Tradisional pada Kelompok Tumenggung Bepayung

Taman Nasional Bukit Duabelas yang ditunjuk dengan salah satu tujuan khusus sebagai ruang hidup dan penghidupan Orang Rimba, memiliki tipe ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah dengan topografi datar hingga perbukitan. Kawasan ini sebelumnya merupakan eks cagar Biosfer dan hutan produksi, serta secara umum merupakan wilayah jelajah penghidupan Orang Rimba, sehingga potensi wisata alam yang dapat dikembangkan sangat terbatas pada lokasi-lokasi tertentu.

PERMAINAN RAKYAT SUKU ANAK DALAM

Orang Rimba Bukit Duabelas

Di zaman modern saat ini, dimana game-game online pada sebagian besar daerah dapat diakses dimanapun dan kapanpun, permainan tradisional rakyat secara perlahan mulai tertinggalkan. Padahal seperti yang kita ketahui bahwa permainan rakyat penuh dengan kreativitas. Hanya beberapa daerah tertentu  saja yang masih melakukan permainan rakyat tersebut yang mungkin dikarenakan sulit untuk mengakses game online.

KERJASAMA : PENGELOLAAN KOLABORATIF KAWASAN TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS

Penunjukan TNBD selain mempunyai tujuan yang diamanatkan oleh UU Nomor 5 Tahun 1990, memiliki tujuan khusus sesuai SK Penunjukan yaitu melindungi dan melestarikan kehidupan Orang Rimba (Suku Anak Dalam) yang sejak lama berada di kawasan tersebut. Keberadaan Orang Rimba/SAD ini merupakan ciri khas yang membedakan TNBD dengan Taman Nasional lainnya di Indonesia yang kemudian berpengaruh pula terhadap pola pengelolaan kawasan.

Sosialisasi Konservasi Ke Desa Jernih, SPTN Wilayah II Tebo Resort II.E Air Hitam I

Kegiatan penyuluhan di Desa Jernih yang termasuk ke dalam wilayah Resort Air Hitam II SPTN Wiayah II Tebo dimaksudkan untuk mengenalkan lebih jauh tentang konservasi serta segala upaya yang harus dilakukan dalam mengelola sumber daya alam yang dilandasi dengan konservasi.

Kategori: 

Jernang

Jernang (Daemonorops sp) merupakan tumbuhan asli di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas. Buah dan getah tanaman tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan Orang Rimba di kawasan tersebut. 

Kategori: 

Goresan Kesan dan Pesan

Kegiatan Dialog Pengelolaan Taman Nasional Bukit Duabelas yang dilaksanakan pada tanggal 7 September 2018 bertempat di Balai Betetemuon, Desa Bukit Suban, Kecamatan Sarolangun dilengkapi dengan penulisan pesan dan kesan, Dirjen KSDAE,  Ir. Wiratno, M.Sc dan Bupati Sarolangun, Drs. H. Cek Endra.

Kategori: 

Keseruan Parade Konservasi Bersama Anak Rimba Taman Nasional Bukit Duabelas

Anak Rimba Taman Nasional Bukit Duabelas ikut ambil bagian dalam pelaksanaan Parade Konservasi Taman Nasional Bukit Duabelas tahun 2018. Berbagai lomba diikuti oleh mereka, diantaranya lomba ketapel, tarik tambang, mewarnai, lomba pipet. Antusias mereka terlihat jelas dengan usaha mereka untuk memenangkan lomba tersebut. Anak-anak rimba tersebut terdiri dari sekolah informal, yakni Sekolah Rimba Kejasung, Rimbo Pintar, Sekolah Rimba Halom, Punti kayu, dan lainnya.

Kategori: 

Lomba Lintas Alam Parade Konservasi Tahun 2018

Parade Konservasi menjadi agenda tahunan Taman Nasional Bukit Duabelas, sebagai bagian dari kegiatan nasional Hari Konservasi Alam Nasional. Berbagai rangkaian kegiatan diadakan dalam kegiatan ini dan diikuti oleh berbagai sekolah yang terdapat disekitar kawasan. Salah satu lomba yang diasakan adalah Lomba Lintas Alam (LLA) yang diikuti oleh berbagai sekolah menengah atas dan kejuruan. Diharapkan melalui kegiatan LLA ini, peserta parade dapat melihat, menilai, dan menyikapi apa yang seharusnya dilakukan untuk menjaga keutuhan dan kelestarian kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas. 

Kategori: 

Dialog Pengelolaan Taman Nasional Bukit Duabelas bersama Dirjen KSDAE dan Bupati Sarolangun

Dialog Pengelolaan Taman Nasional Bukit Duabelas bersama Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Ir. Wiratno, M.Sc dan Bupati Sarolangun, H. Cek Endra, dan Suku Anak Dalam (13 Temenggung) bertempat di Balai Betetemuon Kartika, Desa Bukit Suban. 

Kategori: