Pengelolaan

You are here

Perlindungan dan pengamanan kawasan

            Perlindungan dan pengawasan kawasan TNBD dilakukan melalui kegiatan patroli pengaman kawasan, patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan, operasi intelijen, operasi fungsional, operasi gabungan, proses yustisi dan patroli bersama masyarakat baik Masyarakat Mitra Polhut (MMP) maupun Masyarakat Peduli Api (MPA).

Pemberdayaan masyarakat

            Pemerdayaan masyarakat bersifat wajib dalam pengelolaan kawasan konservasi. Hal ini sejalan dengan konsep pembentukan kawasan konservasi yaitu perlindungan keanekaragaman hayati yang mendukung pencapaian kesejahteraan masyarakat. TNBD yang mempunyai 2 (dua) karakter masyarakat desa dan masyarakat adat Orang Rimba menyadari bahwa konsep pemberdayaan masyarakat yang dapat dilakukan adalah melalui pola kemitraan ataupun pengelolaan kolaboratif. Kegiatan tersebut merupakan upaya yang sudah dan berlangsung dilakukan  oleh pihak balai TNBD sejak tahun 2009. Dalam konsep ini  sikap saling menghormati, menghargai, percaya dan memberikan manfaat sangat dikedepankan sehingga secara langsung berdampak pada peningkatan kemandirian, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Kegiatan pemberdayaan tersebut meliputi pelibatan masyarakat sebagai MMP, MPA, dan kader konservasi, peningkatan usaha dan pembuatan usah ekonomi masyarakat desa, komunitas Orang Rimba, dan peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan ketrampilan

Pelestarian dan pengelolaan SDAH dan Ekosistemnya

            Pelestarian SDAH merupakan filosofi dari tujuan yang mendasari pembentukan kawasan konservasi yaitu perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan. Dimana pelestarian tersebut tidak serta merta mengesampingkan kebuthan masyarakat khususnya yang berada di dalam dan sekitar kawasan konservasi , dan telah lama menggantungkan hidupnya dari SDA di dalam kawasan. Oleh karena tub pelestarian SDAH dilakukan untuk mencapai keselarasan antara perlindungan ekosistem kawasan dengan pencapaian kesejahteran masyarakat. Dimana kegiatan pelestarian SDAH yang dilakukan dikawasanTNBD dimaksudkan untuk mewujudkan hal tersebut. beberapa kegiatan pelestarian SDAH yang telah dilakukan yaitu identifikasi dan inventarisais flora komersial/ dilindungi, konservasi in situ melalui pembuatan demplot permanen flora komersial seperti tumuhan obat, anggrek, jernang, dan kantong semar., konservasi ek situ melalui pembuatan stasiun pengembangan tanaman anggrek, idetifikasi dan inventarisasi fauna diindungi, uji klinis terhadap tumbuhan obat, dan studi banding pengelolaan SDAH.

Saat ini terdapat 33 orang anggota MPA (masyarakat peduli api), 42 orang masyarakat mitra polhut (MMP), dan 60 0rang kader konservasi yang tersebar diseluruh wilayah kerja SPTN I Batanghari dan SPTN II Tebo. Pelibatan masyarakat tersebut khususnya untuk MPA dan MMP adalah di bidang perlindungan dan pengaman hutan, sedangkan kader konservasi dilibatkan dalam kegiatan penyuluhan ke masyarakat desa maupun komunitas Orang Rimba.

Penyuluhan konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat

            Kegiatan penyuluhan konservasi  merupakan ujung tombak dalam uoaya penyadartahuan masyarakat terutama disekitar kawasan mengena pentingnya keberadaan kawasan konservasi. Kegiatan ini di TNBD dilakukan secara rutin dengan beberapa kelompok sasaran yaitu masyarakat desa, masyarakat adat Orang Rimba, dan pelajar. Kegiatan tersebut khususnya dengan sasaran masyarakat adat Orang Rimba beberapak kali telah dilakukan dengan melibatkan instansi lain seperti puskesmas (penyuluhan kesehatan) dan UPTD Pendidikan.

            Selain model penyuluhan rutin kegiatan penyuluhan konservasi juga dilakukan dalam bentuk pengenalan konservasi kepada pelajar usia SD berupa lomba lukis dengan tema konservasi daya alam dan ekosistem. Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan TNBD dan diselenggarakan secara rutin di 2 (dua) lokas yaitu SPTN wilayah I Batanghari dan SPTN wilayah II Tebo.