Role Model Pengelolaan Ekowisata Bukit Bogor...

Taman Nasional Bukit Duabelas yang ditunjuk dengan salah satu tujuan khusus sebagai ruang hidup dan penghidupan Orang...

Menjaga Fungsi Kawasan

Kawasan Taman Nasional (TN) Bukit Duabelas merupakan kawasan konservasi memiliki fungsi sebagai penyangga kehidupan yaitu...

“TANGGUNG JAWAB MANUSIA TERHADAP KELESTARIAN...

Masalah lingkungan hidup saat ini banyak menuai perhatian masyarakat dunia karena alam dari hari ke hari semakin rusak....

PERMAINAN RAKYAT SUKU ANAK DALAM

Di zaman modern saat ini, dimana game-game online pada sebagian besar daerah dapat diakses dimanapun dan kapanpun,...

Orang Rimba Bukit Duabelas
KERJASAMA : PENGELOLAAN KOLABORATIF...

Penunjukan TNBD selain mempunyai tujuan yang diamanatkan oleh UU Nomor 5 Tahun 1990, memiliki tujuan khusus sesuai SK...

Anggrek Alam TNBD

Salah satu flora yang masih mudah dijumpai di kawasan TNBD adalah anggrek alam. Terdapat 2 (dua) jenis anggrek di kawasan TNBD yaitu anggrek epifit yang biasa ditemukan di pohon-pohon dan anggrek tanah.   Berdasarkan survey yang dilakukan LIPI pada tahun 1999, tidak kurang dari 41 jenis anggrek alam telah ditemukan di kawasan ini. Sayangnya, dokumentasi dari hasil survey ini hanya berupa informasi tertulis (nama lokal dan nama ilmiah) tanpa ada gambar/foto sehingga perlu dilakukan survey ulang untuk  memastikan keberadaan anggrek-anggrek tersebut.

Parade Konservasi Taman Nasional Bukit Duabelas

Parade .....!!!! Koservasi NKRI Harga Mati !!!! Demikian YEL-YEL yang dikumandangkan para peserta Parade Konservasi TNBD Tahun 2017 yang dilaksanakan di Desa Pematang Kabau, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun. Peserta Parade Konservasi yang diikuti oleh 200 orang yang terdiri dari para siswa-siswi Sekolah Menengah Atas yang berasal dari Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Merangin, Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Tebo dengan antusias mengikuti rangkaian acara pada Kegiatan Parade Konservasi TNBD Tahun 2017. Salam Rimba .....!!!! LESTARI !!!! Salam Konservasi ......!!!!

Kategori: 

REINFORMED FROM KSDAE : Cara Baru Membangun “Learning Organization”

Jakarta, 26 September 2017. Direktorat Jenderal KSDAE menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang KSDAE Tahun 2017 di Royal Kuningan Hotel, tanggal 26 – 28 September 2017.
Rakornis Bidang KSDAE merupakan salah satu “kendaraan” untuk membangun budaya komunikasi asertif dan inklusif untuk kepentingan menyusun Visi Bersama multipihak.

Dirjen KSDAE Ir. Wiratno, M.Sc. membuka acara Rakornis sekaligus memberikan arahan mengenai Cara Baru Kelola Kawasan Konservasi dengan Membangun “Learning Organization”. 

Tags: 

Penilaian METT Balai Taman Nasional Bukit Duabelas

Management Efectiveness Tracking Tools (METT) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menilai efektifitas pengelolaan kawasan konservasi di sebagian besar kawasan konservasi di dunia. Metode ini kemudian diadopsi pula untuk penilaian pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia termasuk kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas.

Penyerahan bantuan fasilitasi Pemberdayaan masyarakat Desa Penyangga TNBD

Pada bulan Agustus Tahun 2017 lalu, Balai Taman Nasional bukit Duabelas telah menyerahkan Bantuan Fasilitasi pemberdayaan masyarakat kepada 2 kelompok tani di Desa Pematang Kabau yang merupakan desa penyangga TNBD. Dua kelompok tersebut adalah kelompok Karang Taruna Dusun Sidomakmur berupa 1 unit Mesin Air Grundfost dan 10 unit pipa PVC ukuran 12 inch. Mesin air ini akan digunakan untuk membangun instalasi air dari embung yang telah dibangun secara swadaya oleh kelompok bersama masyarakat ke penampung air yang kemudian didistribusikan ke rumah-rumah warga sekitar.

PARADE KONSERVASI TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS TAHUN 2017

Dalam rangka memperingati hari konservasi Alam Nasional tanggal 10 Agustus, Balai Taman Nasional Bukit Duabelas menyelenggarakan kegiatan Parade Konservasi dengan tema" Melalui Kegiatan Konservasi, Bersama Kita Tingkatkan Semangat Menjaga dan Melindungi Kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas". Kegiatan ini berlokasi di Desa Pematang Kabau, Kec. Air Hitam , Kab. Sarolangun dan terdiri dari rangkaian acara: talkshow, Lomba Lintas Alam,Fotografi, Melukis, dan Pentas Seni.

Upacara Bendera Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia Ke-72 di Sekolah Rimba Rimbo Pintar

  “Selamat pagi anak-anak, apa kabarnya hari ini??” Tanya kami. “Sehat pak”, jawab mereka.  “Kita upacara ya hari ini dalam rangka hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke–72. Ayoo berbaris yang rapi.“ Ajak kami. Ya, tepat di hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 bersama anak-anak Sekolah Rimbo Pintar Sungai Kuning kami mengadakan upacara bendera di Sekolah Rimbo Pintar Sungai Kuning.

Peringatan HUT RI Ke-72 di Sekolah Rimba Kejasung SPTN Wilayah I Batanghari

"Senang sekali kami dapat seragam sekolah, terimakasih Bepak kepala balai" begitu celoteh anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) Sekolah Rimba Kejasung Kelompok Tumenggung Celitai pada saat Peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus tahun 2017 kali ini. Ini merupakan tahun kedua, anak didik Sekolah Rimba Kejasung Kelompok Tumenggung Celitai memperingati hari bersejarah tersebut.

Wisata Alam

Potensi wisata yang dikembangkan di kawasan ini diantaranya adalah panorama alam, seperti air terjun, wisata edukasi pengembangan angrek alam, demplot tumbuhan obat, jernang serta kehidupan masyarakat Suku Anak Dalam (Orang Rimba) 

Pages

Rimba Nio Pasti Habiy Kalu Piado Bijego

54,780+
Luas Area (Ha)
200+
Biodiversity
900+
Orang Rimba
6+
Area Wisata Alam

ARTIKEL TERBARU

Taman Nasional Bukit Duabelas yang ditunjuk dengan salah satu tujuan khusus sebagai ruang hidup dan penghidupan Orang Rimba, memiliki tipe ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah dengan...

Kawasan Taman Nasional (TN) Bukit Duabelas merupakan kawasan konservasi memiliki fungsi sebagai penyangga kehidupan yaitu tempat hidup dan penghidupan Orang Rimba / SAD,   sebagai sumber air/...

Masalah lingkungan hidup saat ini banyak menuai perhatian masyarakat dunia karena alam dari hari ke hari semakin rusak.

Orang Rimba Bukit Duabelas

Di zaman modern saat ini, dimana game-game online pada sebagian besar daerah dapat diakses dimanapun dan kapanpun, permainan tradisional rakyat secara perlahan mulai tertinggalkan. Padahal seperti...