Visit "Mobile School" pada komunitas Orang Rimba

You are here

Ditengah mewabahnya virus COVID-19,  Sekolah Berjalan merupakan salah satu alternatif yang ditempuh oleh Balai Taman Nasional Bukit Duabelas untuk tetap hadir melayani kebutuhan akan pendidikan dan pengajaran kepada anak-anak Orang Rimba/SAD sebagai bagian dari bentuk pemberdayaan kepada masyarakat penyangga kawasan. Kali ini bukan "Melangun" yang menjadi alasan dilakukannya kegiatan ini namun "Besesandingon", yang merupakan kebiasaan turun temurun dan merupakan salah satu kearifan lokal Orang Rimba/SAD untuk menjauhi keramaian, agar tidak terkena wabah penyakit.

Namun begitupun dalam  pelaksanaan Sekolah Berjalan ini tidak semua kelompok tumenggung Orang Rimba/SAD juga menerima kedatangan orang luar dalam hal ini petugas Balai Taman Nasional Bukit Duabelas. Oleh karena itu terlebih dahulu petugas menanyakan terlebih dahulu kepada kelompok yang akan didatangi melalui penghubung/perwakilan mereka dengan orang luar. Jika dibolehkan barulah petugas mendatangi pemukiman mereka di dalam hutan. Selain itu tim pelaksana juga memastikan kesehatan petugas saat pelaksanaan dalam kondisi fit dan mentaati protab COVID-19.

Ada 2 (dua ) kelompok Orang Rimba/SAD yang menjadi tujuan pelaksanaan Sekolah Berjalan ini, yakni Kelompok Temenggung Nyurau yang berada di wilayah kerja Resort I.A Batin XXIV dan Temenggung Girang di wilah kerja Resort I.B Marosebo Ulu 1 yang keduanya berada di SPTN Wilayah I Batanghari.

Anak-anak Orang Rimba/SAD sangat antusias sekali menyambut kedatangan petugas karena mendapatkan pendidikan seperti mengenal huruf, angka, menggunakan perlengkapan belajar bahkan cara memegang alat tulis pun merupakan suatu hal yang baru bagi mereka. Sehingga petugas juga termotivasi untuk berinteraksi lebih intens dengan mereka. Awalnya memang mereka malu-malu namun akhirnya bisa menyesuaikan bahkan bersemangat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran ini.
Para orangtua juga sangat senang sekali dengan kegiatan ini, bahkan sebagian dari mereka juga ikut belajar bersama anak-anaknya. Mereka juga menyampaikan terimakasih kepada pihak Balai Taman Nasional Bukit Duabelas yang sudah jauh-jauh datang untuk memberikan pengajaran kepada mereka.

Tidak lupa petugas juga menyampaikan  pesan-pesan konservasi untuk senantiasa terus menjaga dan melestarikan keutuhan kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas sebagai ruang hidup dan penghidupan Orang Rimba/SAD serta tetap jaga kesehatan dengan rajin membersihkan badan (mandi) menggunakan sabun dan shampo yang petugas bawakan untuk mereka.

.

.

Oleh : Toty Andra Mariam, S.Hut.  Penyuluh Kehutanan Muda Balai Taman Nasional Bukit Duabelas