PEMBINAAN PEGAWAI OLEH DIRJEN KSDAE DAN PENANDATANGANAN KESEPAKATAN KONSERVASI ANTARA BALAI TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS DENGAN 3 (TIGA) PEMERINTAH DESA PENYANGGA TNBD

You are here

PEMBINAAN PEGAWAI OLEH DIRJEN KSDAE DAN PENANDATANGANAN KESEPAKATAN KONSERVASI ANTARA BALAI TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS DENGAN 3 (TIGA) PEMERINTAH DESA PENYANGGA TNBD

Rabu, 16 Desember 2020 bertempat di Aula Kantor Balai Taman Nasional Bukit Duabelas, Direktur Jenderal KSDAE Bp. Ir. Wiratno M.Sc melakukan pembinaan pegawai sekaligus menyaksikan penandatanganan Kesepakatan Konservasi antara Balai Taman Nasional Bukit Duabelas dengan 3 Pemerintah Desa Penyangga TNBD

Turut hadir dalam acara ini perwakilan keluarga besar "extended family" Taman Nasional Bukit Duabelas dari pihak pemerintah daerah, Orang Rimba/SAD, masyarakat desa, swasta, dan LSM/NGO, serta para Kepala Balai dan ASN UPT Ditjen KSDAE Lingkup Provinsi Jambi. Dalam laporannya Kepala Balai TNBD Bp. Haidir S.Hut, M.S menyampaikan terimakasih kepada Bp. Dirjen KSDAE atas kunjungan keduanya ini dan menyampaikan bahwa saat ini TNBD sedang membangun pengelolaan kolaboratif berbasis konsep extended family yang digulirkan oleh Bp. Dirjen KSDAE

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan Kesepakatan Konservasi antara Balai TNBD dengan Pemerintah Desa Peninjauan, Desa Tanah Garo, dan Lubuk Jering yang disaksikan langsung oleh Bp.Dirjen KSDAE sebagai salah satu bentuk penguatan pengelolaan di TNBD. Selain itu dilakukan penyerahan penghargaan dari Bp. Dirjen KSDAE kepada perwakilan keluarga besar TNBD yang berdedikasi terhadap pengelolaan kawasan yaitu SAD (Bp. Gentar), masyarakat desa (Bp. Saparudin), Pemerintah Daerah (Desa Peninjauan, Desa Tanah Garo, Desa Lubuk Jering), Swasta (PT. Sari Aditya Loka), dan LSM/NGO (KMB, Yayasan CAPPA, KKI WARSI, Yayasan ORIK), serta ASN Balai TNBD


Dalam arahannya Bp. Dirjen KSDAE berpesan agar dalam pelaksanaan pengelolaan senantiasa menerapkan 5 prinsip kelola kawasan konservasi, yaitu berbasis pada regulasi, sains, data, pengalaman, dan kehati-hatian, dan hal tsb telah dimulai dengan kelola kolaboratif melalui extended family TNBD. Selain itu agar setiap ASN Balai TNBD bekerja dengan ikhlas, cerdas, dan keras dalam mengelola kawasan konservasi Taman Nasional Bukit Duabelas