Pembinaan Kepegawaian oleh Kepala Bagian Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana di Balai Taman Nasional Bukit Duabelas

You are here

Jumat, 4 Desember 2020

SAROLANGUN- Kepala Bagian Kepegawaian, Organisasi  dan Tata Laksana Ibu Sri Mina Ginting melakukan kunjungan ke Balai Taman Nasional Bukit Duabelas dalam rangka pembinaan kepegawaian terhadap seluruh staff BTNBD. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat keadaan yang terjadi di UPT. Pada kesempatan ini Kepala Balai melaporkan secara langsung kondisi kepegawaian yang ada di BTNBD. Melalui kegiatan yang dimoderatori langsung oleh Kepala Balai ini Ibu Kabag Kepegawaian dan Ortala menyampaikan mengenai penerimaan CPNS dan PPPK, dimana proses penerimaan PPPK sama dengan CPNS namun hingga saat ini penerimaan baru dilakukan untuk CPNS. PPPK memiliki hak yang sama dengan PNS hanya saja tidak diberikan pensiun, Ibu Kabag Kepegawaian menegaskan PPNPN yang sudah terdata dalam simpeg tidak dapat langsung diterima menjadi PPPK tetapi harus mengikuti seleksi sebelumnya. 
Pada kesempatan ini ibu Kabag Kepegawaian menekankan mengenai penegakan displin PNS, karna banyaknya pelanggaran yang terjadi (perceraian, KDRT, pelanggaranbjam kerja, dan tugas belajar. Pegawai diminta untuk memahami PP 53 tahun 2010 dan kode etik PNS.
Selanjutnya penjelasan mengenai Reformasi Birokrasi yang dijelaskan Ibu Desi, Balai Taman Nasional Bukit Duabelas diminta untuk membuat tim Reformasi Birokrasi untuk mendorong perubahan kearah yang lebih baik. Kedepannya diusahakan pelaporan kinerja dilakukan secara rutin setiap bulannya. Dilajutkan dengan sesi diskusi pegawai BTNBD diberikan kesempatan untuk memberikan pertanyaan, salah satunya mengenai proporsi jenjang jabatan polhut yang ada di BTNBD. Saat ini di BTNBD memiliki polhut sejumlah 21 orang yang sebagian besar telah di jenjang jabatan ahli. Menurut Ibu Srimina hal tersebut terjadi dibanyak UPT dan solusinya adalah dengan melakukan pemerataan. Saat ini Direktur Jenderal KSDAE telah meminta data tentang pegawai sehingga nantinya pegawai yang memiliki keterampilan tertentu dipindahkan ke UPT yang membutuhkan.