Pemanfaatan Getah Jernang sebagai Pewarna Ambung oleh Suku Anak Dalam

You are here

Salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu yang berlimpah di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas adalah Daemonorops spp. atau lebih dikenal dengan sebutan jernang. Jernang merupakan jenis dari rotan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Jenis Jernang yang terdapat di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas adalah Daemonorops draco (Willd.) Blume. Di dalam kawasan juga terdapat Demplot untuk pengembangan Jernang.

Bagian yang dimanfaatkan dari tanaman ini adalah buahnya yang mengandung resin (getah). Kegunaan utama dari getah jernang sebagai bahan pewarna cat dan obat-obatan. Suku Anak Dalam biasanya akan mengumpulkan getah jernang dan kemudian akan dijual secara langsung pada pengumpul, selain itu juga dimanfaatkan sebagai obat sakit kepala, obat luka, obat diare, dan pewarna.

Saat ini pemanfaatan getah jernang sebagai pewarna masih dilakukan secara konvensional, dengan menggosokkan padatan getah jernang secara langsung pada bagian rotan yang sebelumnya telah dipanaskan. Pewarna dengan getah jernang ini biasanya diaplikasikan untuk mewarnai ambung. Ambung merupakan kerajinan yang berbahan baku rotan yang dipilin membentuk sebuah wadah yang dapat digunakan untuk menampung atau membawa hasil hutan seperti umbi dan buah. Kegiatan mewarnai ambung oleh Suku Anak Dalam biasanya dilakukan oleh induk (ibu-ibu).