Menjaga Fungsi Kawasan

You are here

Kawasan Taman Nasional (TN) Bukit Duabelas merupakan kawasan konservasi memiliki fungsi sebagai penyangga kehidupan yaitu tempat hidup dan penghidupan Orang Rimba / SAD,   sebagai sumber air/daerah tangkapan air, sumber udara bersih / oksigen (O2) dan tempat hidup dan berkembang biak tumbuhan dan satwa. Sebagai kawasan penyangga kehidupan tentunya kelestarian kawasan harus dipertahankan sehingga kawasan dapat berfungsi secara maksimal dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat khususnya yang berada di dalam dan sekitar kawasan TN Bukit Duabelas.

Gangguan terhadap kelestarian kawasan TN Bukit Duaeblas dapat mengurangi fungsi kawasan, umumnya gangguan diakibatkan oleh kegiatan manusia yang melakukan kegiatan illegal di dalam kawasan TN Bukit Duabelas dengan melakukan penebangan pohon-pohon dan kemudian menjual kayunya atau memanfaatkan lahanya dengan cara merubah dari tutupan lahan berupa hutan menjadi lahan berkebun (tanaman sejenis).  Kegiatan illegal tersebut sangat merusak dan dapat mengurangi fungsi kawasan sehingga mengancam kehidupan masyarakat yang berada di dalam dan sekitar kawasan. Adapun dampak dari kegiatan illegal diantaranya yaitu suhu udara mikro menjadi panas, mudah terjadi banjir dimusim hujan dan terjadi kekurangan air pada musim kemarau serta berkurangnya ruang hidup satwa sehingga dapat terjadi konflik satwa dengan manusia serta dampak lainnya.

Gangguan tersebut tentunya harus ditanggulangi dan menjadi tanggungjawab bersama, karena kelestarian dan dampak kerusakan kawasan akan dirasakan oleh masyarakat khususnya yang berada di dalam dan sekitar kawasan TNBD. Akibat kerusakan kawasan dapat menimbulkan kerugian materi bahkan nyawa. Dalam rangka mencegah kerusakan kawasan / mempertahankan kelestarian/fungsi kawasan hutan, Balai TN Bukit Duabelas terus melakukan kegiatan pengamanan kawasan melalui kegiatan patroli pengamanan dan sosialisasi di desa sekitar kawasan tentang perlindungan dan pengamanan kawasan TN Bukit Duabelas, pemeliharaan dan penanaman jalur batas kawasan, pemasangan seng tanda batas dan papan larangan, pemberdayaan terhadap masyarakat yang berada di dalam dan sekitar kawasan TN Bukit Duabelas. Penegakan hukum terhadap para pelaku kegiatan illegal dilakukan sebagai opsi terakhir untuk memberikan efek jerah terhadap pelaku dan menghentikan kegiatan perusakan kawasan TN Bukit Duabelas. Karena memiliki fungsi sebagai penunjang kehidupan tentu pengamanan dilakukan secara koprehensif baik secara mandiri oleh petugas TN Bukit Duabelas dan instansi lain atau secara bersama-sama. Kegiatan pengamanan hutan TN Bukit Duabelas tentunya merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian kawasan, menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan kawasan TN Bukit Duabelas adalah pencapaian akhir dari kegiatan pengamanan kawasan TN Bukit Duabelas...   

 

Penulis : Peri Hermansyah, SH (Polhut Pertama)