Kunjungan BTN Kayan Mentarang Terkait Review Zonasi

You are here

Kunjungan Balai Taman Nasional Kayan Mentarang Ke Balai Taman Nasional Bukit Duabelas

Kamis, 28 November 2019 s.d Minggu 1 Desember 2019, Balai Taman Nasional Bukit Duabelas kedatangan tamu jauh dari Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Provinsi Kalimantan Utara. Rombongan sebanyak 7 orang yang dipimpin oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TN. Kayan Mentarang, Bambang Widiatmoko, S.Hut.,M.Sc selaku Ketua Tim bermaksud melakukan pembelajaran dalam penyusunan review zonasi Taman Nasional Bukit Duabelas. Dalam sambutannya kepada tim dari TN Kayan Mentarang, Kepala Balai TNBD, Haidir S.Hut, M.Si menjelaskan proses revisi zonasi TNBD yang memadukan aturan adat orang rimba dengan aturan negara. Proses tersebut melibatkan berbagai pihak mulai dari Orang Rimba, LSM, Pemerintah Daerah, sampai ke tingkat Pusat

Selanjutnya pada Jumat, 29/11 tim dr TNKM didampingi oleh Kepala SPTN Wilayah II Tebo, Saefullah, S.Hut dan staff BTNBD berkunjung ke Sekretariat KMB, SOKOLA dan Yayasan CAPPA di Bangko. Ketiga NGO ini merupakan salah satu unsur utama dalam proses penyusunan review zonasi TNBD. Secara khusus dari KMB, yang merupakan para pemuda yang dulunya siswa dari Butet Manurung mengkonfirmasi bahwa proses penyusunan review zonasi TNBD tidak mudah, cukup lama dari 2004, hingga akhirnya pada 2018 diperoleh kesepahaman mengenai tata kelola TNBD yang memuat pengakuan terhadap ruang adat Orang Rimba

Rombongan kemudian bergeser ke Resort II.E Air Hitam 1 di desa Pematang Kabau, dan mengunjungi Pondok Warsi di Desa Bukit Suban serta berdiskusi dengan KKI Warsi yang telah lama melakukan pendampingan Orang Rimba di TNBD. Dalam diskusi ini diceritakan kembali bagaimana proses review zonasi TNBD dilaksanakan serta karakteristik Orang Rimba yang telah lama menjaga hutan dan alam sebagai tempat hidup mereka. Tim dari TNKM juga menyempatkan untuk berkunjung ke Sekolah Rimba Sungai Kuning binaan Balai TNBD, sekaligus berinteraksi langsung dengan anak-anak Orang Rimba

   Dari keseluruhan agenda kunjungan tersebut, seluruh pihak yang terlibat dalam review zonasi TNBD menyatakan bahwa ruang dialog dan komunikasi merupakan hal yang paling penting dalam menjembatani kesepahaman antara pengelola TN dan masyarakat adat. Ruang-ruang tersebut perlu dibuka selebar-lebarny guna mencapai kesepakatan bersama.

Balai TNBD mengucapkan terimakasih atas kunjungan tim dr TNKM, semoga hasil sharing pembelajaran tsb dapat diaplikasikan sesuai karakterisktik tapak di TNKM dan dapat membantu TNKM dalam menyusun Zonasi dengan baik dan berjalan secara efektif.

Terima kasih telah mau menjumpai kami di Balai Taman Nasional Bukit Duabelas semoga kedepan kami juga bisa berkunjung ke Balai Taman Nasional Kayan Mentarang untuk sharing kembali mengenai kondisi masyarakat di sekitar Taman Nasional yakni, Konservasi alam berbasis masyarakat adat.