Goodyera colorata Blume

You are here

Anggrek merupakan salah satu kelompok tumbuhan berbunga yang dapat tumbuh di berbagai habitat seperti tanah berhumus, tanah rawa, batu cadas, dan pohon (epifit). Sejauh ini telah teridentifikasi sekitar 750 famili, 43.000 spesies dan 35.000 varietas hibrida anggrek dari seluruh penjuru dunia.

Secara umum anggrek digolongkan menjadi dua, yaitu epifit dan teresterial. Epifit merupakan jenis anggrek yang hidup menempel pada tumbuhan lain (inang), jenis anggrek ini tidak bersifat parasit bagi inangnya. Anggrek teresterial merupakan jenis anggrek yang tumbuh dipermukaan tanah dan mengambil nutrisi secara keseluruhan dari dalam tanah maupun serasah yang tercapat disekitar areal pertumbuhan jenis tersebut. Beberapa Anggrek tanah memiliki bentuk dan warna daun yang indah dan menarik, dan biasanya memiliki batang herba.

Beberapa jenis Anggrek teresterial telah ditemukan di dalam kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas dan telah diidentifikasi, salah satunya adalah Goodyera colorata Blume. Goodyera colorata Blume ditemukan di Demplot Kantong Semar yang terdapat di Wilayah Kerja Resort II.E Air Hitam I, SPTN Wilayah II Tebo. Jenis Anggrek ini ditemukan pada kondisi lingkungan tanah yang berhumus tebal dan tempat yang teduh dengan ukuran yang kecil. Selanjutnya anggrek tersebut akan diaklimatisasi dan dikembangkan di Stasiun Pengembangan Anggrek Alam yang terdapat di Resort II.E Air Hitam I.

Goodyera colorata memiliki akar berwarna putih, batang herba dengan warna hijau keputihan, dan daun dengan warna yang menarik. Daun berwana hijau gelap pada permukaan atas daun dan berwarna hijau pucat pada permukaan bawahnya, memiliki 3 urat daun utama berwarna merah muda, berbentuk lanset, berukuran ± 6 x 2,5 cm, ujung meruncing. Perbungaan ± 10 cm, mendukung ± 10 kuntum bunga yang mekar bersamaan. Bunga tidak terbuka penuh, kelopak 5 – 6 mm, berwarna merah jingga pada dua pertiga bagian pangkal dan bagian ujung berwarna putih dengan bulu halus pada permukaan luar. Bibir berwarna putih, cekung dengan ujung tumpul.

 

 

Penulis : Lina Fitri (PEH Ahli Pertama)