“KEMETAN “ANAK MUDA RIMBA JAMAN NOW

You are here

Jika mendengan tentang Suku Anak Dalam (SAD) atau dikenal juga dengan sebutan Orang Rimba, mungkin kesan pertama yang muncul pada kebanyakan orang adalah tinggal di hutan, berburu dan meramu, berpindah-pindah dan memakai cawat. Kesan lainnya yang timbul mungkin belum mengenal teknologi dan tertutup dari kehidupan luar.

Kesan ini tidak sepenuhnya salah karena ini merupakan gambaran dari Orang Rimba “jaman old” yang memang masih bertahan di beberapa kelompok. Selain itu, banyak media yang menyajikan informasi tentang Orang Rimba dengan menggambarkan secara umum kondisi Orang Rimba “jaman old” ini dengan seolah-olah abai terhadap perkembangan yang terjadi pada kehidupan Orang Rimba terutama yang ada di kawasan TNBD.

Sebagai makhluk sosial, maka Orang Rimba juga tidak luput dari perubahan-perubahan yang terjadi, apalagi dengan meningkatnya  interaksi mereka dan masyarakat sekitar kawasan serta adanya beberapa kelompok yang sudah menetap di desa. Teknologi seperti handphone, televise, dan kendaraan roda 2 bukanlah ha lasing lagi bagi Orang Rimba.

Di Desa Pematang Kabau dan Desa Bukit Suban yang merupakan desa terdekat dengan kawasan TNBD, sangat mudah ditemukan Orang Rimba yang sedang berbelanja pada hari pasar, mengendarai motor, dan berkomunikasi dengan handphone. Bahkan, para Temenggung  (ketua kelompok) biasanya  memiliki HP yang bisa dihubungi jika ada keperluan dengan kelompok tersebut.

Perubahan paling besar tentu terlihat pada generasi mudanya. Salah satunya adalah Kemetan, anak muda rimba yang lebih banyak tinggal di desa meskipun tetap sangat familiar dengan hutan. Kemetan adalah anak dari Temenggung Grip, salah satu kelompok Orang Rimba yang ada di Desa Bukit Suban. Kemetan bisa baca tulis karena tamat dari Sekolah Dasar di Desa Bukit Suban, tetapi tidak melanjutkan sekolah karena jarak yang jauh dari tempat tinggal. Saat itu, Kemetan masih banyak tinggal di kawasan TNBD.

Anak muda Rimba “jaman now” mempunyai smartphone dengan layar sentuh dari merek cukup terkenal, mengenal penggunaan sleeping bag, mampu berkomunikasi dengan bahasa indoensia yang baik, dan mahir mengendarai kendaraan roda 2. Dari segi makanan, Kemetan mengkonsumsi ayam, hewan yang dilarang untuk dimakan bagi Orang Rimba yang tinggal di kawasan. Selain itu, gayanya rambutnya yang dipotong berbeda dengan Orang rimba kebanykan serta diwarnai menyiratkan bahwa terjadi perubahan yang cukup mendasar pada kelompok Orang Rimba terutama generasi mudanya.

Meskipun demikan, seperti disebutkan sebelumnya, Kemetan tidak asing dengan wilayah jelajah kelompok Temenggung Grip. Dia mengetahui lokasi-lokasi ladang dan nama pemiliknya, tempat-tempat yang ada di dalam kawasan TNBD serta perkiraan jarak tempuhnya. Selain itu, Kemetan juga mengenal sebagian besar jenis-jenis pohon tumbuhan yang ada di kawasan.

Dengan perubahan yang terus terjadi saat ini,maka generasi muda rimba seperti Kemetan sangat perlu mendapatkan bimbingan baik dari tetua kelompoknya agar tidak melupakan adat istiadatnya serta dari pihak lainnya khususnya Balai TNBD agar perubahan yang terjadi pada generasi muda rimba tetap pada hal-hal yang positif. Sebagai contoh, perlu membimbing mereka agar menyadari pentingnya peranan hutan dalam kehidupan serta tidak berupaya mendapatkan penghasilan secara instan dengan menjual lahan. Selain itu, perlu pula untuk memberikan bekal keterampilan agar Kemetan dan teman-teman seusianya mempunyai kemampuan untuk bersaing di dunia kerja. Kalaupun mereka menggarap lahan sebagai petani atau pekebun,mereka mempunyai ilmu tentang bertani/berkebun yang baik.

Bagi Balai TNBD, generasi muda seperti Kemetan sangat perlu dilibatkan dalam pengelolaan kawasan karena merekalah nantinya yang akan menggantikan generasi yang ada sekarang. Pelibatan tersebut bisa sebagai kader konservasi rimba, Masyarakat Peduli Api (MPA) atau Masyarakat Mitra Polhut (MMP) atau pembentukan semacam senior ranger rimba dan sebagainya untuk mempererat ikatan dan rasa kepemilikan terhadap kawasan serta membina hubungan baik dengan petugas. Pelibatan ini juga akan menimbulkan adanya rasa dihargai dan dihormati oleh pemerintah kepada Orang Rimba sebagai penghuni kawasan TNBD, tidak hanya bagi generasi muda yang terlibat tetapi juga para orang tuanya sehingga akan memudahkan komunikasi petugas dengan Orang Rimba. Jika hubungan ini sudah terjalin, maka akan lebih mudah bekerjasama dalam pelaksanaan-pelaksanaan program Balai di kawasan.