Pengelolaan Kawasan

You are here

Role Model Pengelolaan Ekowisata Bukit Bogor Berbasis Masyarakat dan Pengelolaan Zona Tradisional pada Kelompok Tumenggung Bepayung

Taman Nasional Bukit Duabelas yang ditunjuk dengan salah satu tujuan khusus sebagai ruang hidup dan penghidupan Orang Rimba, memiliki tipe ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah dengan topografi datar hingga perbukitan. Kawasan ini sebelumnya merupakan eks cagar Biosfer dan hutan produksi, serta secara umum merupakan wilayah jelajah penghidupan Orang Rimba, sehingga potensi wisata alam yang dapat dikembangkan sangat terbatas pada lokasi-lokasi tertentu.

Menjaga Fungsi Kawasan

Kawasan Taman Nasional (TN) Bukit Duabelas merupakan kawasan konservasi memiliki fungsi sebagai penyangga kehidupan yaitu tempat hidup dan penghidupan Orang Rimba / SAD,   sebagai sumber air/daerah tangkapan air, sumber udara bersih / oksigen (O2) dan tempat hidup dan berkembang biak tumbuhan dan satwa. Sebagai kawasan penyangga kehidupan tentunya kelestarian kawasan harus dipertahankan sehingga kawasan dapat berfungsi secara maksimal dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat khususnya yang berada di dalam dan sekitar kawasan TN Bukit Duabelas.

“TANGGUNG JAWAB MANUSIA TERHADAP KELESTARIAN ALAM DALAM AL-QUR’AN”

Masalah lingkungan hidup saat ini banyak menuai perhatian masyarakat dunia karena alam dari hari ke hari semakin rusak. Hutan-hutan yang memberikan oksigen dari hari kehari semakin sedikit, air laut dan air sungai kini telah tercemar, begitu pula tanah juga ikut tercemar oleh zat-zat kimia yang berbahaya, lapisan ozon semakin menipis, dan masih banyak lagi masalah lainnya. semua ini berakibat fatal bagi keberlangsungan hidup kita dan seluruh makhluk hidup lainnya di muka bumi ini.

KERJASAMA : PENGELOLAAN KOLABORATIF KAWASAN TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS

Penunjukan TNBD selain mempunyai tujuan yang diamanatkan oleh UU Nomor 5 Tahun 1990, memiliki tujuan khusus sesuai SK Penunjukan yaitu melindungi dan melestarikan kehidupan Orang Rimba (Suku Anak Dalam) yang sejak lama berada di kawasan tersebut. Keberadaan Orang Rimba/SAD ini merupakan ciri khas yang membedakan TNBD dengan Taman Nasional lainnya di Indonesia yang kemudian berpengaruh pula terhadap pola pengelolaan kawasan.

Penyusunan Target PNBP Tahun 2020

Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun target PNBP lingkup KLHK Tahun 2020. Hal ini sesuai dengan ketentuan Kementerian Keuangan bahwa target PNBP harus disampaikan H-1 tahun berjalan. Pada tahun 2019 mendatang target PNBP berkisar pada angka 4.77,83 T dan Tahun 2020 berkisar 5 T. Sementara pada tahun berjalan 2018 sudah diperoleh PNBP 3.985,64 T atau 90% dari target 4.407,05 T. Dari besaran ini, PNBP Direktorat Jenderal KSDAE menyumbang sekitar 10%. Untuk Taman Nasional Bukit Duabelas sendiri, mempunyai target tahun 2019 sebesar 14.300.000 dan tahun 2020 sebesar 15.050.000.

Reintroduksi Anggrek : Tradisi Konservasi di Taman Nasional Bukit Duabelas

Reintroduksi anggrek ke kawasan merupakan kegiatan rutin tahunan di Balai Taman Nasional Bukit Duabelas. Kegiatan ini telah dimulai sejak tahun 2010 silam dan terus berlanjut sampai saat ini. Anggrek atau menurut bahasa lokal Jambi disebut sakek merupakan salah satu flora yang pengembangannya telah dilakukan secara intensif oleh Balai Taman Nasional Bukit Duabelas.

SURVEY LAPANGAN KERJASAMA BALAI TNBD DAN PT SAL

Kegiatan di lapangan

                Pada tanggal 5 April 2018 lalu, telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Balai Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) dengan PT Sari Adiyta Loka (PT SAL). Sebagai tindak lanjut dari kerjasama tersebut maka akan disusun Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang ditargetkan dapat ditandatangani pada bulan Mei 2018 ini.

Tindak lanjuti Aspirasi Kelompok Makekal, Kepala Balai TNBD Dialog Dengan Orang Rimba/SAD

Tebo, 2 Mei 2018. Kepala Balai Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD), Bapak Haidir, S.Hut, M.Si mengadakan dialog dengan 3 (tiga) perwakilan kelompok Orang Rimba/SAD yaitu Kelompok Temenggung Grip, Temenggung Jelitai dan Temenggung Ngadap, bertempat di Desa Sungai Jernih Kecamatan Muara Tabir kabupaten Tebo. Dialog tersebut menindaklanjuti aspirasi Orang Rimba/SAD yang tergabung dalam Kelompok Makekal Bersatu (KMB) dan Rakor Lanjutan Tentang Percepatan Penyelesaian Permasalahan Suku Anak Dalam (SAD) di Ruang Rapat Utama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi yang diselenggara

Tunjuk Langit (Helminthostachys zeylanica)

Sesuai dengan visi dan misi Taman Nasional Bukit Duabelas, diantaranya “mengembangkan konservasi genetik dan pemanfaatan sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya secara berkelanjutan”, maka berbagai jenis flora di kembangkan secara in-situ di dalam kawasan dengan pembuatan demplot diantaranya demplot tanaman obat.

Pages