PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN BUKIT DUABELAS

You are here

Dalkarhut Taman Nasional Bukit Duabelas....

Kebakaran hutan dan lahan adalah momok yang selalu menakutkan pada saat musim kemarau tiba.  Apalagi bagi lembaga/instansi yang diberi mandat oleh Negara mengelola sumberdaya daya alam berupa hutan dan lahan.  Oleh karena itu pengendalian kebakaran hutan menjadi bagian penting dalam Pengelolaan hutan sehingga perlu penanganan yang optimal. Dalam pelaksanaannya, ada 3 (tiga) tahapan upaya pengendalian kebakaran yaitu ; 1) pencegahan, 2) pemadaman, dan 3)  pasca pemadaman.  Upaya pencegahan adalah tahapan paling penting namun sering kali diabaikan karena ancaman terhadap kerusakan sumberdaya alam pada tahapan tersebut belum terlihat.

Pada musim kemarau tahun 2019 ini, kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas yang merupakan rumah dan sumber penghidupan Orang Rimba juga tidak luput dari bencana kebakaran hutan. Kebakaran tersebut tepatnya terjadi di Petak ll.E.12 Grid E9 Desa  Bukit  Suban, Kecamatan  Air Hitam pada tanggal 20 s.d 27 Agustus 2019. Sumber api diduga berasal dari lahan garapan salah satu warga Orang Rimba an. Nyasak anggota Kelompok Temenggung Nangkus yang membersihkan lahannya dengan cara membakar tetapi api tidak terkendali sehingga meluas ke areal di sekitarnya.

Upaya Pemadaman

Kebakaran hutan di Taman Nasional Bukit Duabelas ini pertama kali dideteksi pada tanggal 20 Agustus 2019 malam sekitar jam 19.00 WIB. Petugas Regu Pemadam Kebakaran Resort II.E Air Hitam I Balai Taman Nasional Bukit Duabelas langsung melakukan pengecekan dan upaya pemadaman dini, namun karena medan yang sulit api tidak bisa dikendalikan dan semakin meluas ke areal sekitarnya.  Keesokan harinya pada tanggal 21 Agustus 2019 s/d tanggal 27 Agustus 2019 selama 7 hari dilakukan pemadaman secara terus menerus oleh personil gabungan dari Regu Dalkar BTNBD, TNI, Polri, Manggala Agni Daops Sarolangun, BPBD Kabupaten Sarolangun, Masyarakat Peduli Api, Komunitas Orang Rimba, Masyarakat Mitra Polhut, dan Banser Nahdatul Ulama, yang berhasil memadamkan api di lokasi tersebut di atas pada hari ke-7 tanggal 27 Agustus 2019 jam 12.30 Wib.

Pemulihan Ekosistem Pasca Kebakaran

Setelah api berhasil dipadamkan, Balai Taman Nasional Bukit Duabelas didukung oleh Satgas Karhutla Kabupaten Sarolangun segera melakukan langkah-langkah persiapan pemulihan ekosistem. Kegiatan diawali dengan pengamanan areal melalui pemasangan papan  segel pada lokasi bekas areal terbakar sebanyak 30 buah pada tanggal 27 s.d 28 Agustus 2019, kemudian dilanjutkan pengukuran areal bekas terbakar pada tanggal 28 Agustus 2019 dengan hasil luas 32,15 Ha (lebih luas dari perkiraan sebelumnya yaitu 15 ha). Pengukuran ini merupakan tahapan pra pemulihan ekosistem yang menjadi salah satu kegiatan utama dalam penanganan areal pasca kebakaran dengan tujuan untuk menentukan metode dan jumlah bibit yang akan ditanam. Untuk meningkatkan dukungan terhadap kegiatan pemulihan maka dilakukan pertemuan dengan Komunitas Orang Rimba/SAD dan masyarakat desa untuk menyepakati komitmen bersama dalam mencegah dan menanggulangi kejadian kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas.  Selain itu juga dilakukan pendataan penggarap di Zona Tradisional/Tano Behuma yang terbakar per-KK dari kelompok Orang Rimba maupun masyarakat desa.

Penyediaan bibit tanaman untuk pemulihan ekosistem juga sudah mulai dilakukan. Jenis tanaman yang disiapkan adalah jenis asli TNBD yang dapat dimanfaatkan khususnya bagi Komunitas Orang Rimba/Suku Anak Dalam, dan saat ini sudah tersedia sebanyak 3.579 batang. Kegiatan penanaman akan segera dilakukan saat musim hujan tiba dengan melibatkan  masyarakat setempat (Orang Rimba) dalam pelaksanaannya.

Setelah proses pasca pemadaman di atas, terhitung sejak tanggal 27 Agustus 2019 s.d saat ini, kawasan taman Nasional Bukit Duabelas bebas dari kebakaran (zero hotspot). Ke depan, Balai Taman Nasional Bukit Duabelas bersama seluruh pihak terkait akan terus mengedepankan upaya pencegahan dalam pengendalian kebakaran hutan di kawasan ini.

….oooooooo….

Oleh Haidir, Kepala Balai TNBD